Minggu, 17 November 2013

Renungan Bagi yang Ditimpa Musibah

Kita memuji Allah dan memujanya serta bersyukur kepada-Nya, selanjutnya shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhirat.

Ujian dan musibah menyerang siapa saja tidak pandang bulu. Sebagaimana orang miskin diuji… orang kayapun demikian. Sebagaimana rakyat jelata hidup di atas ujian… para penguasa juga diuji. Bahkan bisa jadi ujian yang dirasakan oleh para penguasa dan orang-orang kaya lebih berat daripada ujian yang dirasakan oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata.

Memang dunia ini adalah medan ujian… kehidupan ini ada medan perjuangan… Allah azza wa jallaberfirman;

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al-Mulk: 1-2)

Setelah Penulis -semoga Allah menjaganya- menyebutkan berbagai dalil bahwa manusia akan ditimpa ujian dan musibah, beliau memberi 10 nasehat untuk kita semua yang semoga akan menguatkan iman kita dan mengubah ujian dan musibah menjadi ladang pahala, amin…

Untuk lebih lengkapnya silahkan sobat muslim download ebooknya DISINI

Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua


Kita memuji Allah Rabb sekalian alam yang tiada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allahazza wa jalla, selanjunya shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, istri, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan.

Hak kedua orang tua atas anak-anak mereka sangat agung. Karena itu, Allah menyandingkan perintah untuk beribadah kepadaNya dengan keharusan berbakti kepada mereka berdua. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلآ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu. (QS. Al Isra`/17: 23)

Saking mulianya kedua orang tua tidak boleh berkata ‘ahh’ kepada keduanya:

إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا

Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ahh” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Isra`/17: 23).

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Allah عزّوجلّ. Dalam hadits Abi Bakrah رضي الله عنه, Beliau bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ

Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, durhaka kepada orang tua.” (HR. Bukhari no. 5.975)

Saudaraku demikianlah sekilas ringkas kewajiban berbakti kepada kedua orang tua, dalam eBook ini akan dijelaskan beberapa topik seputar berbakti kepada kedua orang tua dan beberapa kisah ringkas…kita berdoa kepada Allah azza wa jalla agar kiranya kita termasuh hambanya yang bertauhid dan berbakti kepada orang tua, amin…

Untuk lebih lengkapnya silahkan sobat muslim download ebooknya DISINI

Copyright @ 2013 Islamic.