Selasa, 19 November 2013

Benang Tipis Kemudahan

“Sesungguhnya Allah suka jika rukhshah (keringanan)-Nya dimanfaatkan sebagaimana Allah tidak suka jika kemaksiatan dilaksanakan.” (HR Ahmad no. 5866, shahih)

Rukhshah dalam bahasa Arab bermakna kelembutan, kelapangan, dan kemudahan. Sementara itu, dalam bahasa para ulama, rukhshah atau keringanan memiliki dua pengertian:

Pertama: Keringanan hukum yang diberikan oleh syari’at. Inilah pengertian rukhshah yang dimaksudkan dalam hadits di atas.

Kedua: Rukhshah dalam pengertian hukum yang ringan dan mudah yang difatwakan oleh sebagian ulama fiqih dan hukum tersebut jelas bertentang-an dengan ijma’ atau dalil tegas dari al-Qur’an dan Sunnah.

Rukhshah dalam pengertian semacam ini disebut juga zallah ‘alim (ketergelinciran ulama) dan qaul syadz(pendapat yang nyeleneh).

Rukhshah dalam pengertian kedua ini tidaklah dimaksudkan dalam hadits di atas.

Hal tersebutlah yang dibahas penulis dalam eB0ok ini dan kesalahpahaman mengartikan hadits diatas. Untuk menambah pemahaman dalam topik ini kami tambahkan [pada versi .chm]:
  1. Tatabbu’ Rukhosh adalah awal kehancuran oleh ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Syaifullah حفظه الله, dan
  2. Ikhtilaf bukanlah Hujjah oleh redaksi Majalah al-Furqon
Untuk lebih lengkapnya silahkan sobat muslim download ebooknya DISINI

Siwak, Ridho Ilahi dan Kebersihan Mulut


Kita bersyukur dan memuji Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, istri, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan.

Salah satu sunnah muakkadah [yang sangat dianjurkan] adalah bersiwak. Salah satunya berdasarkan hadits berikut:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي َلأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu. (HR. Bukhori dan Muslim, irwaul golil no. 70)

dalam hadits lain:

السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Robb”. (HSR. Ahmad, irwaul golil no 66).

Ustadz Firnada -semoga Allah menjaganya- menerangkan dalam eBook ini keutamaan siwak, defenisi siwak, cara bersiwak dan juga insyaAllah akan terjawab apakah orang yang berpuasa boleh bersiwak dan apakah sikat gigi dapat mengganti siwak? selamat menyimak…..

Untuk lebih lengkapnya silahkan sobat muslim download ebooknya DISINI

Copyright @ 2013 Islamic.