Tampilkan postingan dengan label cinta rosul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta rosul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

Tiga Pesan Nabi untuk Menjadi Mukmin Hakiki

Maret 09, 2017


Suatu hari Rasulullah SAW pernah bersabda kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Abu Dzar, “Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada, ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya akan jadi penggantinya, dan berinteraksilah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi).
Dalam pesan Nabi ini ada tiga hal yang bisa menjadikan seseorang menjadi mukmin yang hakiki. Pertama, bertakwa kepada Allah di manapun kita berada. Orang mukmin yang benar-benar beriman akan selalu merasakan kehadiran Allah dekat dengannya. 

 

Tidak pernah ia merasa luput dari pantauan Allah. Tidak pernah pula ia merasa lupa bahwa semua yang dilakukan selalu diperhatikan dan dinilai oleh Allah SWT, baik dalam keadaan sepi sendirian maupun dalam keadaan ramai bersama teman-temannya. Baik di rumah, di jalan raya, di tempat kerja, maupun tempat-tempat lain yang menjadi tempat aktivitasnya.

Di rumah misalnya, ia akan melakukan tanggung jawabnya dengan baik sebagai salah satu anggota keluarga. Jika menjadi kepala rumah tangga, ia akan menjadi kepala rumah tangga yang baik, menjadi suami yang baik bagi istrinya, dan menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya. Karena, ia merasa Allah memperhatikan semua yang ia lakukan terhadap anggota keluarganya.
Jika menjadi ibu rumah tangga, ia akan menjadi istri yang baik bagi suaminya dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Karena, ia merasakan kehadiran Allah yang memantau semua aktivitasnya. Begitu pula ketika ia sedang berada di tempat kerja akan bekerja dengan baik dan tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan orang lain karena ia merasa Allah selalu bersamanya.
Kedua, mengiringi keburukan dengan kebaikan. Artinya, setiap kali melakukan kejahatan atau maksiat, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia, harus mengikutinya dengan perbuatan baik agar dosa dari kejahatan atau maksiat tersebut bisa terhapus.
Sebagai manusia biasa kita tidak akan pernah luput dari salah dan dosa. Hal ini sesuai dengan hadis lain yang menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah bersalah dan berdosa dan sebaik-baik orang yang bersalah atau berdosa adalah mereka yang bertobat. (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).
Mengiringi perbuatan buruk dengan perbuatan baik bisa berarti beristighfar kepada Allah SWT dan memberi sedekah untuk melebur dosa-dosa kecil yang pernah kita lakukan, jika dosa yang kita lakukan itu terkait dengan hak-hak Allah. Sedangkan, untuk menghapus dosa yang terkait dengan hak-hak Adami, sebelum meminta ampun kepada Allah terlebih dahulu kita harus meminta maaf kepada orang yang kita sakiti.
Ketiga, berinteraksi dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik. Maksudnya, kita memperlakukan orang-orang yang ada di sekitar kita dengan cara yang baik. Anak kita, istri kita, sanak saudara kita, keluarga kita, tetangga kita, teman kita, saudara seagama, saudara sesama manusia, saudara sesama makhluk Allah yang lain juga harus kita perlakukan dengan cara yang baik.
Jika kita bisa menerapkan ketiga pesan Nabi ini, insya Allah kita bisa menjadi manusia yang tanpa dosa. Semoga!

Selasa, 26 November 2013

BETAPA CINTANYA ROSULULLOH KEPADA KITA UMMAT ISLAM

November 26, 2013







Allohumma Sholli Wa salim'ala sayidina Muhammad.Suatu hari tiba-tiba dari luar pintu rumah rosululloh SAW terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. ‘Assalamualaikum,Bolehkah saya masuk?’ tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkan tamu tersebut untuk masuk, ‘Maafkanlah, ayahku sedang demam’, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, ‘Siapakah itu wahai anakku?’Tanya Baginda Nabi.


‘Tidak tahu wahai ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,’ tutur Fatimah lembut. Kemudian, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.


Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya itu hendak dikenang.


‘Ketahuilah hai putriku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.


Dialah malaikatul maut,’ kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya.


Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


‘Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?’, tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.


‘Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.


‘Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,’ kata Jibril.


Tapi itu ternyata tidak menjadikan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. ‘Engkau tidak senang mendengar khabar ini wahai kekasih Alloh?’, tanya Jibril lagi.


‘Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?’


‘Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,’ kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.


Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. ‘Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.’


Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.


‘Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?’


Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.


‘Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,’ kata Jibril.


Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.


‘Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.’


Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.


Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. ‘Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum’


‘peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.’ Sabda Rosululloh lemah.


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.


Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.


‘Ummatii,ummatii,ummatiii?’ – ‘Umatku, umatku, umatku’


Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang telah menjadikan kegelapan dunia menjadi terang benderang karena akhlaqnya selama hidup.


Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?


Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi


Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


"SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADAMU SEORANG ROSUL DARI KAUMMU SNDIRI, BERAT TERASA OLEHNYA PENDERITAANMU.DIA SANGAT MENGINGINKAN (KEIMANAN DAN KESELAMATAN) BAGIMU, AMAT BELAS KASIHAN DAN PENYAYANG TERHADAP ORANG ORANG MUKMIN. qs. attaubah : 128

Followers

Copyright © Islamic. All rights reserved. Template by CB Blogger